Sejarah Pasi Teubee



Pada masa penjajahan Belanda Tahun 1592 yang mencapai Tiga Abad setengah. Menurut sumber sejarah wawancara dari Tim Sebelas dengan saudara M. Adan Abdurrahman dan Umi Kasum sebagai Istrinya pada tanggal 14 April 2016. Pada akhir tahun 1912 Datanglah beberapa orang dari Aceh dan Rawa Pidie. Guna mencari tempat untuk bertani dan berkebun, serta tempat tinggal ditanah yang luas dan subur ditumbuhi pepohonan. Perbukitan dan hulu sungai yang menghubungkan pucuk dengan muara. Pasir putih ditambahi batu kerikil kecil yang beragam warna menambah keindahan. Menetaplah orang yang berasal dari Aceh dan Rawa Pidie dan mendirikan satu Nubok yang letak di pinggir sungai tepatnya Lubok Tengku Sabi Lageun. Yang kemudian menjadi sebuah gampong yaitu gampong Pasi Teubee. Yang sekarang Nama nya masih utuh sampai ke Anak Cucu. Konon Cerita. Dulu di pinggir sungai tumbuh batang tebu yang menjulang tinggi. Yang kemugkinan hanyut dari pucuk sungai. Sehingga dari situlah nama Pasi Teubee berawal.

         Gampong Pasi Teubee Letak dipinggir sungai cuma beberapa kepala keluarga yang tinggal kurang lebih ada 11 Rumah. Diantara Nama pemilik Rumah :

1.     Rumah Teungku Pok/M. Hasan istri Cut BunTahunok.

2.     Rumah Teungku Imum Uma. istri Sapiah.

3.     Rumah Teungku Dorani. Istri Tek Bit.

4.     Rumah Teungku Sabi Lageun. Istri Maneh.

5.         Rumah Gambale Istri Tek Bit.

6.         Rumah Teungku Sabi

7.         Rumah Teungku Pangsen.

8.         Rumah Teungku Putik.

9.         Rumah Waki Andah.

10.     Rumah Waki Ubit.

11.     Rumah Waki Sansu.

Kemudian 2 diantaranya berada di Lung Lhok yaitu Rumah:

1.     Rumah T. Husen istri Cut Rakibah.

2.     Rumah T. Raja Buket.

       Gampong Pasi Teubee punya satu Masjid Pinggir sungai, Tempat untuk Beribadah. Hanya berlantaikan Tanah beratap daun Rumbia. Dan satu Menasah panggung. satu Tempat Muslimat juga digunakan Tempat untuk beribadah khusus Wanita. Yang bertindak menjadi Imam Masjid pertama dan guru pengajian Adalah:

 1.     Teungku Imum Muglih.

2.     Teungku Imum Muda.

3.     Teungku Imum Umar.

4.     Tgk. Imum H. Muhammad Nur

       Untuk mensejahtrakan Masyarakat dalam satu Gampong harus ada satu pemimpin. Pimpinan Gampong Pasi Teubee yang pertama menjabat. Atau yang disebut Geutjhik. Pertama Geutjhik Johan. Kedua Geutjhik Hasyem/gampanek. Ketiga Geutjhik T. Husen. Setelah masuk nya jepang tahun 1942 bergantilah Geutjhik Sabi Lageun. Orang terus berdatangan, Masyarakat terus bertambah gompong semakin maju di Lung Lhok.

Sistem pemerintahan Gampong Pasi Teubee pada pola adat/ kebudayaan dan peraturan formal yang sudah bersifat umum sejak dahulu, Pemerintahan Gampong dipimpin oleh seorang Keuchik dan dibantu oleh dua orang wakil Keuchik karena pada saat itu dalam susunan Pemerintahan gampong belum ada istilah kepala Dusun, Kaur dan sebagainya.Wakil Keuchik pada saat itu juga memiliki peran yang sangat kuat dalam tatanan pemerintahan gampong yaitu sebagai penasehat baik dalam penetapan sebuah kebijakan di tingkat pemerintahan gampong dan dalam memutuskan sebuah keputusan hukum adat . Tuha Peut menjadi bagian lembaga Penasehat Gampong, Tuha Peut juga sangat berperan dan berwenang dalam mempertimbangkan terhadap pengambilan keputusan-keputusan Gampong memantau kinerja dan kebijakan yang diambil oleh Keuchik, Imuem Sagoe berperan mengorganisasikan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Demikianlah sekilas sejarah singkat tentang asal-usul terdirinya Gampong Pasi Teubee Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya.





Pasi Teubee

Alamat
Jl. Teunom-Sarah Raya-Pasi Teubee Km. 07 kode pos 23653
Phone
Telp. 081285448868
Email
[email protected]
Website
pasiteubee.sigapaceh.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website ini atau Sistem Kami Saat Ini.

Total Pengunjung

34.048